Laman

Minggu, Maret 24, 2013

CIRI - CIRI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG


Sepertinya tak ada satu orangpun di dunia ini yang menginginkan negaranya termasuk kategori negara miskin bahkan mungkin negara berkembang sekalipun. Akan tetapi, kenyataannya hampir sebagian besar negara di dunia termasuk ke dalam kategori ini, dalam arti lain hanya sebagian kecil dari sekitar 150 negara yang ada di dunia ini yang termasuk kategori negara maju. Sebenarnya, belum ada pengertian yang lugas mengenai negara maju maupun negara berkembang yang dapat dirumuskan secara pasti. Namun demikian, untuk dapat memahami pengertian tentang negara maju dan negara berkembang alangkah lebih baiknya kita bahas bagaimana ciricirinya seperti dipaparkan berikut ini.
Anda tentunya pernah mendengar istilah negara maju (developed country) dan negara berkembang (developing country), untuk mengetahui apakah suatu negara termasuk kategori negara maju atau negara berkembang tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu beberapa kriteria yang biasa digunakannya. Adapun kriteria yang seringkali digunakan untuk menentukan negara maju atau termasuk negara berkembang, di antaranya sebagai berikut.

1. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Berdasarkan tingkat perkembangan ekonominya, pengelompokkan negara maju atau berkembang dilihat dari beberapa ciri-ciri atau indikator sebagai berikut.

a. Struktur Mata Pencarian Penduduk
Jika struktur mata pencarian sebagian besar penduduk di suatu negara bermata pencarian di bidang industri dan jasa, negara itu dapat dikategorikan sebagai negara maju. Jika sebagian besar penduduk di suatu negara di bidang agraris, negara itu termasuk kategori negara berkembang.

b. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
Jika suatu negara mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi dengan stabilitas yang tinggi, negara itu dapat dikategorikan sebagai negara maju. Jika pertumbuhan ekonominya rendah dan kurang stabil, negara itu dikategorikan sebagai negara berkembang.

2. Tingkat Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)
Berdasarkan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologinya, suatu negara dapat dikategorikan sebagai negara maju atau negara berkembang dengan memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut.

a. Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja di Bidang Industri
Apabila tenaga kerja suatu negara sebagian besar bergerak di bidang industri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maupun diekspor dengan tingkat produktivitas yang tinggi, negara tersebut dapat dikategorikan sebagai negara maju.
Secara garis besar tingkat penguasaan dan kemajuan industri negaranegara di dunia dapat dikelompokan sebagai berikut :

1) Negara industri maju atau modern, seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Inggris, Swiss, Belanda, Swedia, Belgia, Italia, Jepang dan Australia.
2) Negara industri sedang berkembang, seperti Taiwan, Singapura, Brasil, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.
3) Negara industri tradisional, seperti sebagian besar negara-negara di Afrika dan kawasan Oceania, misalnya Fiji, Solomon, Guam, dan Caledonia Baru.

b. Tingkat Penggunaan Alat-Alat Hasil Industri terutama Logam dalam Bentuk Barang Jadi
Sebagian besar penduduk di suatu negara lebih banyak menggunakan perlengkapan atau alat-alat hasil industri sebagai penunjang kehidupannya, negara tersebut dapat dikategorikan sebagai negara maju.

3. Tingkat Kualitas Penduduk
Salah satu kriteria untuk mengukur kualitas penduduk di suatu negara adalah dengan mengetahui tingkat Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu nilai yang didapat dari penggabungan tiga unsur, yakni tingkat pengetahuan (knowledge), harapan hidup (longevity) dan standar hidup (standard of living). Secara teknis, ketiga unsur itu di Indonesia dapat diterjemahkan menjadi tingkat pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita. Adapun ciri-ciri atau kriteria untuk menentukan kualitas penduduk suatu negara, antara lain sebagai berikut.

a. Tingkat Pendidikan
Penduduk di negara maju pada umumnya mempunyai tingkat pendidikan tinggi dibandingkan dengan negara berkembang yang dicirikan dengan tingginya angka lulusan perguruan tinggi, tingkat melek huruf dan penerapan sistem pendidikan yang modern.
b. Tingkat Kesehatan Penduduk
Dicirikan oleh angka harapan hidup dan tingkat kematian bayi.
c. Tingkat Pendapatan per Kapita
Pendapatan per kapita adalah nilai atau angka yang didapat dari hasil bagi antara jumlah pendapatan nasional (GNP = Gross National Product) dengan jumlah penduduk di suatu negara dalam jangka waktu satu tahun. Untuk mengetahui perbandingan pendapatan perkapita beberapa negara di dunia.
Adapun Bank Dunia (World Bank) pada 1997 membagi negaranegara di dunia berdasarkan tingkat pendapatan (income) perkapita penduduknya menjadi empat kelompok, sebagai berikut.
1) Negara-negara berpendapatan rendah (low income), yaitu negaranegara yang pendapatan perkapita penduduknya <US$ 785.
2) Negara berpendapatan menengah (middle income), yaitu negaranegara yang pendapatan perkapita penduduknya antara US$ 785–3.125.
3) Negara berpendapatan menengah tinggi (upper middle income), yaitu negara-negara yang pendapatan perkapita penduduknya antara US$ 3.125–9.655.
4) Negara berpendapatan tinggi (high income), yaitu negara-negara yang pendapatan perkapita penduduknya >US$ 9.656.

Indikator lainnya yang berkaitan dengan kualitas kependudukan tetapi mengarah kepada aspek kuantitas kependudukan adalah sebagai berikut.
1) Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Negara maju pada umumnya mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk lebih rendah dibandingkan dengan negara berkembang.
2) Persentase Persebaran Penduduk
Apabila sebagian besar penduduk di suatu negara terakumulasi di wilayah perkotaan, negara itu termasuk kategori negara maju. Jika sebagian besar terakumulasi di wilayah perdesaan, negara itu termasuk kategori negara berkembang.

4. Tingkat Perkembangan Sarana atau Prasarana Penunjang Kehidupan
Semakin banyak dan semakin modern sarana atau prasarana penunjang kehidupan penduduk di berbagai bidang misalnya gedung-gedung sekolah, perkantoran, rumah sakit, sarana atau prasarana perdagangan, transportasi dan komunikasi, semakin memungkinkan negara itu dapat dikategorikan sebagai negara maju.
Dari beberapa kriteria tersebut dapat disimpulkan bagaimana penggolongan negara maju dan negara berkembang dapat dilakukan. Ukuran yang pasti dan ideal tentunya jika Anda menggolongkannya dengan menggabungkan empat kriteria. Akan tetapi, hal itu sangatlah sulit karena bukan tidak mungkin ada suatu negara yang hanya memenuhi dua atau tiga kriteria saja tetapi sudah dapat dinyatakan sebagai negara maju. Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara garis besar negara-negara di dunia dapat dikelompok kan menjadi dua kelompok, sebagai berikut.
a. Kelompok negara maju (developed country), antara lain Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, Jepang, Italia dan Australia.
b. Kelompok negara berkembang (developing country) yakni seluruh negara di benua Afrika, seluruh negara di Asia kecuali Jepang, seluruh negara di Benua Amerika kecuali Amerika Serikat dan Kanada, seluruh negara di kawasan Australia dan Oceania kecuali Australia, serta seluruh negara di Benua Eropa kecuali Inggris, Jerman, Prancis, Kanada, Italia, dan Belanda.

Ciri-ciri Negara Berkembang

Secara umum ciri-ciri yang umum dari Negara berkembang seperti yang diungkapkan Todaro terdiri dari enam golongan seperti:

1. Standar Hidup

Umumnya standar hidup penduduk dinegara-negara berkembang rendah. Standar hidup yang rendah ini dimanifestasikan secara kuantitatif dan kualitatif dalam bentuk pendapatan yang rendah atau tingkat kemiskinan, perumahan yang kurang layak, kesehatan penduduk yang buruk, pendidikannya sedikit/sangat rendah atau sama sekali tidak berpendidikan, angka kematiannya begitu tinggi, dan harapan hidup atau harapan untuk memperoleh lapangan pekerjaan juga rendah. Pada umumnya penduduknya dalam keadaan sulit serta tidak mempunyai harapan sama sekali.

2. Produktivitas Tenaga kerja

Tingkat produktivitas tenaga kerja di Negara-negara berkembang relative sangat rendah. Prinsip produktivitas marginal yang menurun (diminishing Marginal Produktivitas/DMP) yakni sekiranya terjadi peningkatan jumlah factor variable berupa tenaga kerja. Sedangkan jumlah factor lainnya seperti modal, tanah, serta bahan baku tidak berubah. Ini berarti bahwa rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja bias disebabkan karena kekurangan faktor input komplementer seperti kekurangan modal atau kurang baiknya manajemen yang professional.

3. Pertumbuhan Penduduk dan Beban Ketergantungan

Pada tahu 1985 jumlah penduduk dunia sekitar 4,9 miliar orang. Dari jumlah tersebut tiga perempatnya hidup di Negara-negara berkembang/Dunia Ketiga, dan kurang dari seperampatnya hidup di negara-negara maju. Dari dua kelompok itu terjadi perbedaan dalam hal tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang sangat menyolok.

4. Kesempatan Kerja dan Pengangguran

Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat hidup di Negara-negara berkembang yakni kurangnya penggunaan tenaga kerja yang efisien dibandingkan dengan di Negara-negara maju.

Penggunaan tenaga kerja di bawah standar disebabkan factor pertama yakni keadaan setengah penganggur (underemployment) penduduk kota maupun desa yang bekerja di bawah jam kerja normal (kerja harian, mingguan atau musiman). Termasuk pula yang tergolong bekerja secara normal dengan waktu penuh tetapi tingkat produktivitasnya rendah sehingga pengurangan jam kerja tidak berpengaruh terhadap total output.

Factor kedua yakni pengangguran terbuka yaitu penduduk yang mampu dan ingin bekerja tetapi tidak tersedia lapangan pekerjaan.

5. Ketergantungan Terhadap Pertanian dan Barang Ekspor Primer

Hamper 80% dari jumlah penduduk di Negara-negara berkembang tinggal di pedesaan, sedangkan di Negara maju kurang dari 35%. Begitu juga angkatan kerja di Negara-negara berkembang 66% bekerja di sector pertanian, sedangkan di Negara maju hanya 21%. Begitu juga sumbangan sector pertanian terhadap GNP di Negara-negara berkembang sekitar 32%, sedangkan di Negara maju hanya 8%.

Terjadi nya konsentrasi penduduk dan produksi dalam sector pertanian dan produksi di Negara-negara berkembang yakni pada tingkat pendapatan yang rendah dan prioritas pertama setiap orang yakni pangan, sandang, dan papan.

6. Ketergantungan dan Kepekaan Terhadap Luar Negeri

Umumnya di Negara-negara berkembang, factor utama yang mempengaruhi terjadinya tingkat hidup yang rendah adalah pengangguran yang terus meningkat serta pendapatan yang tidak merata yakni distribusi kekuatan politik dan ekonomi yang tidak merata antara Negara-negara kaya dan Negara-negara miskin.

Banyak Negara kecil (sebagian besar dari 42 negara miskin) tingkat ketergantungan ekonominya sangat tinggi dan memiliki prospek yang kecil untuk berdiri sendiri. Menarik diri dari perekonomian dunia juga tampaknya tidak mungkin. Walau masih terdapat harapan untuk berdiri sendiri secara kolektif dengan cara menggabungkan kekuatan ekonominya. Kerjasama tersebut dapat memperkuat kekuatan bagi Negara-negara kecil serta memungkinkan mereka lebih teliti lagi serta lebih selektif terhadap modal asing dan bantuan teknik.

Sifat-sifat Umum Negara Berkembang

Secara singkatnya Todaro juga memberikan ringkasan mengenai sifat-sifat umum dari Negara-negara berkembang sebagai berikut:
  1. Dikebanyakan Negara-negara berkembang pertumbuhan pendapatan nasionalnya rendah dan lambat
  2. Pertumbuhan pendapatan per kapita (Gross National Product / GNP) nya rendah dan boleh dikatakan tidak ada kemajuan
  3. Pola distribusi pendapatannya melenceng yakni 20% dari penduduk golongan atas menerima 5 hingga 10 kali pendapatan yang diterima oleh 40% golongan bawah
  4. Akibat adanya seperti yang tercantum pada butir 1 hingga 3 maka banyak penduduk Dunia Ketiga/Negara berkembang menderita kemiskinan yang jumlahnya sekitar 850 juta hingga 1.200 juta orang dengan pendapatannya kurang AS $ 100,- per orang setahunnya.
  5. Banyak penduduk menderita karena kesehatan mereka yang buruk, kekurangan gizi, dan penyakit yang melemahkan tenaga serta tingkat kematian yang jumlahnya sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan di Negara-negara maju.
  6. Dalam bidang pendidikan terdapat fasilitas dan kurikulum pendidikan yang tidak relevan serta kurang memadai, tingkat kegagalan (drop out) sekolah yang tinggi serta tingkat yang melek huruf yang sangat rendah.
Interaksi antara semua sifat-sifat di atas cenderung memperkuat berlangsungnya kemiskinan, kebodohan, dan penyakit yang kesemuanya itu menjadi pembatas tingkat taraf kehidupan bagi penduduk di Dunia Ketiga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar